kasus-kasus patologi pada asuhan kebidanan
KASUS ASKEB IV
- KASUS I
- Data Fokus
Data Subjektif:
- Ibu mengatakan ini kehamilan ke 2
- HPHT: 3 maret 2013
- Ibu mengatakan mual dan muntah
- Ibu mengatakan susah tidur
- Ibu mengatakan merasa cepat lelah
- Ibu mengatakan saat buang air kecil bewarna coklat seperti teh sejak 2 minggu yang lalu
- Tanda-tanda vital
TD : 100/70 mmHg
N : 80x/i
P : 22x/i
S : 37oC - Pemeriksaan Fisik
mata : terlihat kuning, pucat, conjungtiva pucat, sklera ikterik
palpasi
L I : TFU 3 jari di atas pusat, pada fundus teraba bokong janin
LII : puki
LIII : le.kep
LIV : belum dilakukan
DJJ : 136x/mnt
- Pemeriksaan Labolatorium
HB : 10gr%
- Diagnosa
ibu hamil G2P1A0H0, usia kehamilan 24-25 minggu, janin hidup, intrauterine, tunggal, puki, let.kep, keadaan jalan lahir normal dengan hepatitis B, KU janin baik dan KU ibu kurang baik
Dasar :
- Ibu mengatakan tidak datang haid sejak ± 6 bulan yang lalu dan ibu merasakan pergerakan janin
- Ibu mengatakan ini kehamilan yang ke 2
- Ibu mengatakan HPHT 3 maret 2013
- DJJ : 136x/mnt, teratur, kuat
- Saat pemeriksaan palpasi ibu tidak merasa nyeri
- Saat pemeriksaan palpasi teraba 2 bagian besar janin dan DJJ terdengar pada satu sisi
- - Leopold II : pada perut kiri ibu teraba panjang, datar dan memapan kemungkinan
punggung janin
- Leopold III : pada bagian bawah perut ibu teraba bulat, keras dan masih dapat
digoyangkan - Keadaan jalan lahir normal berdasarkan persalinan yang lalu
- Pada pemeriksaan labolatorium ditemukan
- - DJJ : 136x/mnt, teratur, kuat
- TTV ibu :
TD : 100/70 mmHg
N : 80x/i
P : 22x/i
S : 37oC
- Rencana Asuhan
- Anjurkan ibu tirah baring di rumah sakit sampai gejala icterus hilang dan bilirubin dalam serum menjadi normal.
- Memberikan makanan dengan sedikit mengandung lemak tetapitinggi protein dan karbohydrat.
- Pemakaian obat-obatan hepatotoxic hendaknya dihindari.
- Kortison baru diberikan bila terjadi penyulit.
- Pemeriksaan Penunjang
- HBsAg (hepatitis B surface antigen): satu dari penanda yang muncul
dalam serum selama infeksi dan dapat dideteksi 2 -8 minggu sebelum
munculnya kelainan kimiawi dalam hati atau terjadinya jaundice (penyakit
kuning). Jika HBsAg berada dalam darah lebih dari 6 bulan berarti
terjadi infeksi kronis. Pemeriksaan HBsAg bisa mendeteksi 90% infeksi
akut.
Fungsi dari pemeriksaan HBsAg diantaranya :
-indikator paling penting adanya infeksi virus hepatitis B
-mendiagnosa infeksi hepatitis akut dan kronik
-tes penapisan (skrining) darah dan produk darah (serum, platelet dll)
-skrining kehamilan - Anti HBs (antobodi terhadap hepatitis B surface antigen): jika hasilnya “reaktif/positif” menunjukkan adanya kekebalan terhadap infeksi virus hepatitis B yang berasal dari vaksinasi ataupun proses penyembuhan masa lampau.
- Anti HBc (antibodi terhadap antigen inti hepatitis B): terdiri dari 2 tipe yaitu Anti HBc IgM dan Anti HBc IgG.
Anti HBc IgM: – muncul 2 minggu setelah HBsAg terdeteksi dan bertahan hingga 6 bulan.
-berperan pada core window(fase jendela) yaitu saat dimana HBsAg sudah hilang tetapi anti-HBs belum muncul
Anti HBc IgG: -muncul sebelum anti HBcIgM hilang
-terdeteksi pada hepatitis akut dan kronik
-tidak mempunyai efek protektif
Interpretasi hasil positif anti-HBc tergantung hasil pemeriksaan HBsAg dan Anti-HBs
- HBsAg (hepatitis B surface antigen): satu dari penanda yang muncul
dalam serum selama infeksi dan dapat dideteksi 2 -8 minggu sebelum
munculnya kelainan kimiawi dalam hati atau terjadinya jaundice (penyakit
kuning). Jika HBsAg berada dalam darah lebih dari 6 bulan berarti
terjadi infeksi kronis. Pemeriksaan HBsAg bisa mendeteksi 90% infeksi
akut.
- KASUS II
- Data Fokus
Data Subjektif:
- Keluarga mengatakan ibu hamil berusia 32 tahun
- Keluarga mengatakan ibu hamil sedang mengandung anak ke 3
- Keluarga mengatakan ibu hamil mengalami kejang
- Keluarga mengatakan usia kehamilan ibu ± 8 bulan
- HPHT:
- Keluarga mengatakan pada persalinan ibu yang lalu normal, ditolong oleh bidan
- Tanda-tanda vital
TD : 130/100 mmHg
N : 120x/i
P : 29x/i - Pemeriksaan Fisik
inspeksi
- ekstremitas : hiperrefleksi, tidak ada oedema
palpasi
- leopold I : TFU pertengahan pusat dan px. Pada fundus teraba bundar, lembek dan tidak melenting kemungkinan bokong janin
- leopold II : pada perut kiri ibu teraba panjang, keras dan memapan kemungkinan punggung janin dan pada perut kanan ibu teraba tonjolan-tonjolan kecil kemungkinan ekstremitas janin
- leopold III : pada bagian bawah perut ibu teraba bulat, keras dan dapat digoyangkan kemungkinan kepala janin, kepala janin belum masuk PAP
- leopold IV : tidak dilakukan
auskultasi
- DJJ : 160x/mnt
- Pemeriksaan Labolatorium
- Diagnosa
ibu hamil G3P2A0H2, usia kehamilan 28-29 minggu, janin hidup, tunggal, intrauterine, puki, let.kep u, keadaan jalan lahir normal dengan eklamsi, KU ibu dan janin kurang baik dengan hiperemisis gravidarum grade 1
Dasar :
- Keluarga mengatakan ibu tidak datang haid sejak ± 8 bulan yang lalu
- Keluarga mengatakan ibu sedang mengandung anak ke 3
- Pada pemeriksaan palpasi TFU pertengahan pusat dan px
- DJJ : 160x/mnt
- Pada pemeriksaan palpasi teraba 2 bagian besar janin dan DJJ terdengar di satu sisi
- Pada pemeriksaan palpasi ibu tidak merasa nyeri
- - Leopold II : puki
- leopold III : let. Kep U - Keadaan jalan lahir normal berdasarkan persalinan yang lalu
- - pada pemeriksaan fisik ekstremitas ibu hiprrefleksi dan kejang
- pada pemeriksaan labolatorium, proteinurine 2++ - Tanda-tanda vital
- Tindakan Segera
Rujuk - Rencana Asuhan
- Harus ditangani di rumah sakit
- Pengobatan awal sebelum merujuk ke RS (mengatasi kejang dan hipertensi):
- O2 4 – 6 l/menit
- Infus dekstrosa 5% 500 ml/6 jam 20 tetes/menit
- Pasang kateter urin
- Pasang goedel/spatel
- Bahu diganjal dengan kain setebal 5 cm agar leher defleksi sedikit
- Posisi tempat tidur sedikit fowler agar kepala tetap tinggi
- Fiksasi pasien agar tidak jatuh
- Di RS:
- MgSO4 2 g IV dalam 10 menit, selanjutnya 2 g/jam drip sampai TD stabil (140 – 150/90 – 100 mmHg). Bila belum stabil, obat tetap diberikan
- Kejang à dosis tambahan MgSO42 g IV minimal 20 menit setelah pemberian terakhir. Dosis tambahan ini hanya diberikan sekali saja. Bila tetap kejang à amobarbital 3 – 5 mg/kgBB IV perlahan ATAU fenobarbital 250 mg IM ATAU diazepam 10 mg IV.
- Bila kontraindikasi MgSO4 :
- Diazepam: dosis awal 20 mg IM ATAU 10 mg IV perlahan dalam 1 menit / lebih. Dosis maintenance dekstrosa 5% 500 ml + 40 mg diazepam 20 tetes/menit, dosis max 2000 ml/24 jam. Pemberian diazepam lebih disukai pada eklampsia puerperalis karena pada dosis tinggi menyebabkan hipotonia neonatus.
- Fenobarbital: 120 – 240 mg IV perlahan (60 mg/menit), dosis max 1000 mg.
- Koma monitor kesadaran dengan GCS
- Obat suportif
- Penanganan obstetri:
- Terminasi kehamilan bila sudah terjadi pemulihan hemodinamika dan metabolisme ibu 4 – 8 jam setelah pemberian obat antikejang dan antihipertensi terakhir, setelah kejang terakhir, atau setelah pasien sadar.
Cara terminasi
- Pascapersalinan:
- Lanjutkan MgSO4 sampai 24 jam pascapersalinan atau selama TD belum dapat dikendalikan.
- Pasien dengan penurunan kesadaran (belum bisa makan) kalori 1500 kal IV atau NGT dalam 24 jam
- Pemeriksaan Penunjang untuk Menegakkan Diagnosa
- Pemeriksaan darah lengkap dengan hapusan darah, penurunan hemoglobin( nilai rujukan atau kadar normal hemoglobin untuk wanita hamil adalah 12-14 gr% ), hematokrit meningkat ( nilai rujukan 37 – 43 vol% ), trombosit menurun( nilai rujukan 150 – 450 ribu/mm3). Hematokrit merupakan volume eritrosit per 100 mL dinyatakan dalam %.
- Urinalisis: Ditemukan protein dalam urin
- KASUS III
- Data Fokus
Data Subjektif:
- Ibu mengatakan tidak datang haid sejak 2 bulan yang lalu
- Ibu mengatakan ini kehamilan ke 2
- HPHT: 25 juni 2012
- Ibu mengatakan mual dan muntah terus menerus sejak 2 hari yang lalu
- Ibu mengatakan sudah lebih dari 10 kali mual dan muntah dalam 24 jam
- Ibu mengatakan merasa pusing, lelah dan nafsu makan menurun
- Tanda-tanda vital
TD : 100/70 mmHg
N : 78x/i
P : 21x/i
S : 37,3oC - Pemeriksaan Fisik
Inspeksi- ibu terlihat sangat lemah dan pucar
ekstremitas : turgor kulit masih baik
- ibu terlihat sangat lemah dan pucar
- abdomen : ball +
DJJ : belum terdengar
- pemeriksaan labolatorium
planotes : (+)
- Diagnosa
ibu hamil G2P1A0H1, usia kehamilan 8-9 minggu, ball (+), keadaan jalan lahir normal, KU ibu kurang baik dengan hiperemesis gravidarum grade 1
1. Ibu mengatakan tidak datang haid sejak ± 2 bulan yang lalu dan hasil planotes ibu (+)
2. Ibu mengatakan ini kehamilan yang ke 2
3. HPHT : 25 juni 2013
4. saat di palpasi teraba ballotement
5. keadaan jalan lahir normal berdasarkan persalinan yang lalu
6. – Ibu mengatakan mual dan muntah terus menerus sejak 2 hari yang lalu
– Ibu mengatakan sudah lebih dari 10 kali mual dan muntah dalam 24 jam
– Ibu mengatakan merasa pusing, lelah dan nafsu makan menurun
7. tanda-tanda vital
TD : 100/70 mmHg
N : 78x/i
P : 21x/i
S : 37,3oC
- Tindakan Segera
kolaborasi dengan dokter obgyn - Rencana Asuhan
1. Menganjurkan ibu saat bangun tidur di pagi hari cobalah duduk terlebih dahulu dan perlahan berdiri bangun, bila merasa mual makanlah snek atau biskuit sebelum mencoba berdiri
3. menganjurkan ibu banyak minumair putih atau jus agar tidak dehidrasi an menghindari makanan mengandung kafein dan karbonat seperti kopi dan minuman bersoda
4. menganjurkan ibu istirahat yang cukup yaitu tidur siang 1-2 jam dan malam ± 8 jam dan menganjurkan ibu untuk tidak terlalu banyak fikiran
- Pemeriksaan Penunjang untuk Menegakkan Diagnosa
pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis dan menyingkirkan diagnosis banding. Pemeriksaan yang dilakukan yaitu :- Darah lengkap
- Urinalisis
- Gula darah
- Elektrolit
- USG
- KASUS IV
- Data Fokus
Data Subjektif:
- Ibu mengatakan tidak datang haid sejak ± 4 bulan yang lalu
- HPHT : 14 mei 2013
- Ibu mengatakan nyeri pada kepala dan pandangan berkunang-kunang sejak 3 hari yang lalu
- Tanda-tanda vital
TD : 130/90 mmHg
P : 20x/i
N : 79x/i - Pemeriksaan Fisik
abdomen : TFU pertengahan pusat dan simpisis
DJJ : 137x/mnt, teratur,kuat
- Pemeriksaan Labolatorium
proteinurine : (-)
- Diagnosa
ibu hamil G3P2A0H2, usia kehamilan 16 minggu, janin hidup, intaruterine, keadaan jalan lahir normal, KU janin baik dan ibu kurang baik dengan hipertensi
- Ibu mengatakan tidak datang haid sejak ± 4 bulan yang lalu dan ibu merasakan pergerakan janin
- Ibu mengatakan ini kehamilan ke 3
- HPHT : 14 mei 2013
- DJJ : 137x/mnt, teratur, kuat
- Saat pemeriksaan palpasi ibu tidak merasa nyeri
- Keadaan jalan lahir normal berdasarkan persalinan yang lalu
- DJJ : 137x/mnt
Tanda-tanda vital
TD : 130/90 mmHg
P : 20x/i
N : 79x/i - Ibu mengatakan nyeri pada kepala dan pandangan berkunang-kunang sejak 3 hari yang lalu
- Tindakan Segera
kolaborasi dengan dokter untuk pemberian dosis obat - Rencana Asuhan
- Menganjurkan ibu untuk tidak banyak pikiran agar keadaan ibu stabil dan menganjurkan keluarga untuk memberi dukungan sosial, moral pada ibu
- Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup, jangan terlalu banyak aktifitas agar kerja jantung tidak berat
- Menganjurkan ibu untuk mnegurangi asupan natrium seperti asin-asinan, garam
- Menganjurkan ibu untuk mengurangu asupan kalium seperti buah-buahan: semangka, alpukat, melon. Sayur-sayuran: buah parelabu, siam, mentimun, lidah buaya, seledri, bawang putih, dll
- Menganjurkan ibu untuk bedrest total karena akan membantu penurunan tekanan darah
- Memberitahu ibu tanda-tanda bahaya pada kehamilan seperti pandangan kabur, ada oedema dan pusing yang berat, dll
- Menganjurkan ibu untuk mengkonsultasikan kesehatannya kesehatannya ke dokter obgyn untuk pemeriksaan lebih lanjut dan pemberian dosis obat.
- Pemeriksaan penunjang untuk Menegakkan Diagnosa
- Pemeriksaan tekanan daah meningkat
- USG
- Laboratorium
Hitung darah tepi lengkap, trombosit, etrolit serum, ureum, protein, retinin dan asam urat, hematokrit. - Fungsi hati
- Fungsi ginjal
- KASUS V
- Data Fokus
Data Subjektif:- Ibu mengatakan ini kehamilan ke 2
- Ibu mengatakan haid terakhir ± 2 bulan yang lalu
- Ibu mengatakan kram pada perut bagian bawah dan terjadi perdarahan pervaginam sejak 3 hari yang lalu
- Ibu mengatakan pusing dan penglihatan berkunang-kunang
- Ibu mengatakan mual dan muntah berlebihan sehingga terjadi gangguan pemenuhan cairan dan nutrisi
- Tanda-tanda vital
TD : 130/80 nnHg
N : 78x/i
P : 20x/i - Pemeriksaan fisik
palpasi
leopold I : TFU 3 jari di atas simpisis
DJJ : (-)
genitalia : terlihat pengeluaran darah bewarna merah kehitaman
- Diagnosa
ibu dengan molahidatidosa, KU ibu kurang baik dasar :
- Ibu mengatakan kram pada perut bagian bawah dan terjadi perdarahan pervaginam sejak 3 hari yang lalu
- Uterus teraba lunak
- Ibu mengatakan haid terakhir ± 2 bulan yang lalu
- Saat pemeriksaan terlihat pengeluaran darah bewarna merah kehitaman dan jaringan seperti buah anggur
- Ibu mengatakan pusing dan penglihatan berkunang-kunang
- Tindakan Segera
Kolaborasi dengan dokter dan tenaga kesehatan lainnya untuk mengatasi masalah ibu.- Rencana Asuhan
- Anjurkan ibu untuk banyak istirahat dan mengurangi aktifitas / pekerjaan yang berat
- Libatkan keluarga untuk selalu memberikan dukungan pada ibu
- Evaluasi perkembangan psikologis dan kejiwaan ibu
- Lakukan pemeriksaan labor
- Temani ibu untuk melakukan pemerikasaan ke dokter
- Pemeriksaan Penunjang untuk Menegakkan Diagnosa
- Serum ß-hCG untuk memastikan kehamilan dan pemeriksaan ß-hCG serial (diulang pada interval waktu tertentu).
- Ultrasonografi (USG). Melalui pemeriksaan USG kita dapat melihat adakah janin di dalan kantung gestasi (kantung kehamilan) dan kita dapat mendeteksi gerakan maupun detak jantung janin. Apabila semuanya tidak kita temukan di dalam pemeriksaan USG maka kemungkinan kehamilan ini bukanlah kehamilan yang normal.
- KASUS VI
- Data Fokus
Data Subjektif:
- Ibu mengatakan tidak datang haid sejak ±7 bulan yang lalu
- Ibu mengatakan keluar darah dari kemaluan sewaktu bangun tidur sebanyak 2 kali tanpa ada rasa nyeri
- Tanda-tanda vital
TD : 90/70 mmHg
P : 28x/i
N : 100x/i - Pemeriksaan Fisik
inspeksi
- mata : conjungtiva pucat, sklera tidak ikterik
- genitalia : terlihat perdarahan pervaginam yang cukup banyak, bewarna
merah segar
palpasi
leopold I : TFU 3 jari di ats pusat, pada fundus teraba kepala janin
leopold II : puki
lepold III : let.kep
leopold IV : tidak dilakukan
DJJ : 160x/mnt
- Pemeriksaan Labolatorium
- Diagnosa
ibu hamil G2P1A0H1, usia kehamilan 28minggu, janin hidup, tunggal, intrauterine, puki, let.kep, keadaan jalan lahir normal, KU ibu dan janin kurang baik dengan plasenta previa dasar :
- Ibu mengatakan ini kehamilan yang ke 2
- Pada pemeriksaan palpasi TFU 3 jari di atas pusat
- DJJ : 160x/mnt
- Pada pemeriksaan palpasi teraba 2 bagian besar janin dan DJJ terdengar pada satu sisi
- Pada pemeriksaan palpasi ibu tidak merasa nyeri
- L I : puki
L II : let.kep - Keadaan jalan lahir normal berdasarkan persalinan yang lalu
- Tanda-tanda vital
TD : 90/70 mmHg
P : 28x/i
N : 100x/i
DJJ : 160x/mnt - Ibu mengatakan keluar darah dari kemaluan sewaktu bangun tidur sebanyak 2 kali tanpa ada rasa nyeri
- Tindakan Segera
Rujuk
- Rencana Asuhan
1. Terminasi. Kehamilan segera diakhiri sebelum terjadi perdarahan yang membawa maut, misalnya: kehamilan cukup bulan, perdarahan banyak, parturien, dan anak mati (tidak selalu).
b. Dengan seksio sesarea, dimaksudkan untuk mengosongkan rahim hingga rahim dapat berkontraksi dan menghentikan perdarahan. Seksio sesarea juga mencegah terjadinya robekan serviks yang agak sering terjadi pada persalinan per vaginam.
2. Ekspektatif. Dilakukan apabila janin masih kecil sehingga kemungkinan hidup di dunia luar baginya kecil sekali. Sikap ekspektatif tertentu hanya dapat dibenarkan jika keadaan ibu baik dan perdarahan sudah berhenti atau sedikit sekali
- Pemeriksaan Penunjang untuk Menegakkan Diagnosa
- Laboratorium : Hb, Ht, trombosit, waktu pembekuan darah, waktu protrombin, waktu tromboplastin, elektrolit plasma.
- Kardiotokografi : Untuk menilai status janin
- Ultrasonografi : Menilai letak plasenta, usia gestasi keadaan janin.
- KASUS VII
- Data Fokus
Data subjektif:
- Ibu mengatakan keluar air-air banyak dari kemaluan, merembes melalui kemaluan sejak 2 jam yang lalu
- Ibu mengatakan cairan tersebut berbau amis
- Tanda-tanda vital
TD : 110/70 mmHg
P : 21x/i
N : 80x/i
S : 37oC - Pemeriksaan fisik
Genitalia : terlihat cairan merembes dari canalis servicalis
Palpasi
Leopold I : TFU 3 jari di bawah px, pada fundus teraba bokong janin
Leopold II : puki
leopold III : let.kep
leopold IV : belum dilakukan
DJJ : 160x/mnt
- Diagnosa
dasar :
- Ibu mengatakan ini kehamilan yang ke 2
- Pada pemeriksaan fisik TFU 3 jari di bawah px
- DJJ : 160x/mnt
- Pada pemeriksaan palpasi teraba 2 bagian besar janin dan DJJ terdengan di satu sisi
- Pada pemeriksaan palpasi ibu tidak merasanyeri
- LII : puki
LIII : let.kep - Keadaan jalan lahir nornal berdasarkan persalinan yang lalu
TD : 110/70 mmHg
P : 21x/i
N : 80x/i
S : 37oC
DJJ : 160x/mnt
- Tindakan Segera
- Rencana Asuhan
- Mempertahankan kehamilan sampai cukup bulan khususnya maturitas paru sehingga mengurangi kejadian kegagalan perkembangan paru yang sehat
- Terjadi infeksi dalam rahim, yaitu korioamnionitis yang menjadi pemicu sepsis, maningitis janin, dan persalinan prematuritas
- Dengan perkiraan janin sudah cukup besar dan persalinan diharapkan berlangsung dalam waktu 72 jam dapat diberikan kortikosteroid, sehingga kematangan paru janin dapat terjamin.
- Pada umur kehamilan 24-32 minggu yang menyebabkan menunggu berat janin cukup, perlu dipertimbangkan untuk melakukan induksi persalinan, dengan kemungkinan janin tidak dapat diselamatkan
- Menghadapi KPD, diperlukan penjelasan terhadap ibu dan keluarga sehingga terdapat pengertian bahwa tindakan mendadak mungkin dilakukan dengan pertimbangan untuk menyelamatkan ibu dan mungkin harus mengorbankan janinnya.
- Pemeriksaan yang penting dilakukan adalah USG untuk mengukur distansia biparietal dan perlu melakukan aspirasi air ketuban untuk melakukan pemeriksaan kematangan paru.
- Waktu terminasi pada kehamilan aterm dapat dianjurkan selang waktu 6-24 jam bila tidak terjadi his spontan
- Pemeriksaan Penunjang untuk Menegakkan Diagnosa
- Pemeriksaan leukosit darah
- Pemeriksaan ultraviolet
Membantu dalam penentuan usia kehamilan, letak anak, berat janin, letak plasenta, serta jumlah air ketuban - Nilai bunyi jantung dengan cardiografi
Bila ada infeksi urin, suhu tubuh ibu dan bunyi jantung janin akan meningkat.
- KASUS VIII
- Data Fokus
Data Subjektif:
- Ibu mengatakan ini kehamilannya yang ke 2
- Ibu mengatakan HPHT 3 sempember 2011
- Ibu mengatakan nyeri hebat pada setiap gerakan anak
palpasi
- Abdomen : TFU lebih kecik dari UK, ibu berteriak kesakitan
- Diagnosa
Dasar :
- Ibu mengatakan ini kehamilan yang ke 2
- HPHT : 3 september 2011
- DJJ : 145x/mnt
- Saat pemeriksaan palpasi teraba 2 bagian besar janin dan DJJ terdengan pada satu sisi
- Pada pemeriksaan palpasi ibu berteriak kesakitan
- Tindakan Segera
- Rencana Asuhan
- Upaya stabilisasi dengan merestorasi cairan tubuh dengan larutan kristaloid NS atau RL (500ml dalam 15 menit pertama) atau 2 L dalam 2 jam pertama.
- Kemoterapi. Kriteria khusus diobati dengan cara ini kehamilan di pars ampullaris tuba belum pecah diameter kantung gestasi ≤ 4 cm, perdarahan dalam rongga perut ≤ 100ml, tanda vital baik dan stabil. Obat yang digunakan metotrexate 1mg/kg IV dan sitrovorum vactor 0,1mg/kg IM berselang-seling setiap hari selama 8 hari.
- Kuretase.
- Laparatomi. Memperhatikan berbagai hal diantaranya kondisi penderita, keinginan penderita akan fungsi reproduksinya, lokasi kehamilan ektopik, kondisi anatomik organ pelvik, kemampuan teknik bedah micro dokter operator, dan kemampuan teknologi fertilisasi in vitro setempat.
- Salpingektomia. Pada kondisi yang buruk seperti syok.
- Pemeriksaan Penunjang untuk Menegakkan Diagnosa
- Laboratorium
- Hematokrit : Tergantung pada populasi dan derajat perdarahan abdominal yang terjadi.
- Sel darah putih
Sangat bervariasi dan tak jarang terlihat adanya leukositosis. Leoukosite 15.000/mm3. Laju endap darah meningkat. - Tes kehamilan
Pada kehamilan ektopik hampir 100% menunjukkan pemeriksaan β-hCG positif. Pada kehamilan intrauterin, peningkatan kadar β-hCG meningkat 2 kali lipat setiap dua hari, 2/3 kasus kehamilan ektopik menunjukkan adanya peningkatan titer serial hCG yang abnormal, dan 1/3 sisanya menunjukkan adanya peningkatan titer hCG yang normal. Kadar hormon yang rendah menunjukkan adanya suatu masalah seperti kehamilan ektopik.
- Pemeriksaan ultrosonografi (USG). Pemeriksaan ini dapat
menggambarkan isi dari rahim seorang wanita. Pemeriksaan USG dapat
melihat dimana lokasi kehamilan seseorang, baik di rahim, saluran tuba,
indung telur, maupun di tempat lain.
USG : – Tidak ada kantung kehamilan dalam kavum uteri - Kuldosintesis : Memasukkan jarum kedalam cavum Douglassi transvaginal untuk menentukan ada atau tidak adanya darah dalam cavum Douclassi. Tindakan ini tak perlu dikerjakan bila diagnosa adanya perdarahan intraabdominal sudah dapat ditegakkan dengan cara pemeriksaan lain.
- KASUS IX
- Data Fokus
Data Subjektif:
- Ibu mengatakan tidak datang haid sejak ± 6 bulan yang lalu
- Ibu mengatakan nyeri pada ulu hati dan perut
- Ibu mengatakan sulit tidur dan perut lebih besar dari pada biasanya
Pemeriksaan fisik
palpasi
L I : TFU pertengahan pusat dan px
Auskultasi
DJJ : 135x/mnt
pemeriksaan Labolatorium:
- USG : tampak bayangan terselubung kabut dan janin yang kurang jelas
- Diagnosa
Ibu hamil G2P1A0H1 , usia kehamilan 24 minggu , janin hidup , tunggal , interauterin , keadaan jalan lahir normal, KU ibu dan janin dengan Polihidramnion
Dasar :
- Ibu mengatakan ini kehamilan yang ke 2
- Ibu mengatakan tidak datang haid ± 6 bulan yang lalu
- DJJ : 135x/mnt
- Saat pemeriksaan palpasi teraba 2 bagian besar janin dan DJJ terdengan pada satu sisi
- Saat palpasi ibu tidak merasa nyeri
- Keadaan jalan lahir normal berdasarkan persalinan yang lalu
- Tanda tanda vital
TD : 120/70 mmHg
N : 78x/mnt
p : 20x/mnt
DJJ : 135x/mnt
- Tindakan Segera
- Polihidramnion ringan, jarang diberi terapi klinis cukup diobservasi dan berikan terapi simptomatis
- .pada polihidramnion yang berat dengan keluhan-keluhan harus dirawat di rumah sakit dan bedrest.
- Rencana Asuhan
- Dilakukan pemeriksaan ultrasonografi secara teliti antara lain untuk melihat penyebab dari keadaan tersebut
- Dilakukan pemeriksaan OGTT untuk menyingkirkan kemungkinan diabetes gestasional
- Bila etiologi tidak jelas, pemberian indomethacin dapat memberi manfaat bagi 50% kasus
Pemeriksaan USG janin dilihat secara seksama untuk melihat adanya kelainan ginjal janin
- Pemeriksaan Penunjang untuk Menegakkan Diagnosa
- Rontgen foto abdomen
a. Nampak bayangan terselubung, karena banyaknya cairan kadang bayangan janin tidak jelas.
b. Foto roentgen pada hidramnion berguna untuk diagnostic dan untuk menentukan etiologi. - . Pemeriksaan dalam
selaput ketuban terasa tegang dan menonjol walaupun diluar his
- Rontgen foto abdomen
- KASUS X
- Data Fokus
Data Subjektif:
- Ibu mengatakan ini kehamilan ke 4
- Ibu mengatakan tidak datang haid sejak ± 6 bulan yang lalu
- Ibu mengatakan sering mengeluh pusing dan pertambahan berat badan yang cepat
- Ibu mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit keluarga
- Ibu mengatakan mempunyai riwayat keturunan kembat
- Ibu mengatakan tidak ada riwayat operasi
- Tanda-tanda vital
TD : 140/90 mmHg
S : 37,5oC
N: 79x/i
P: 21x/i - Pemeriksaan fisik
palpasi
Auskultasi
- DJJ : 135x/mnt dan 139x/mnt, terdengar dari 2 tempat yang berbeda
- Diagnosa
Ibu hamil G4P3A0H3 , usia kehamilan 24 minggu , janin hidup , ganda, interauterin , keadaan jalan lahir normal, KU ibu dan janin baik dengan kehamilan gemeli
Dasar :
- Ibu mengatakan ini kehamilan yang ke 4
- Ibu mengatakan tidak datang haid sejak ± 6 bulan yang lalu
- DJJ : 135x/mnt dan 139x/mnt
- Saat pemeriksaan palpasi teraba 3 bagian besar janin dan DJJ terdengan pada 2 sisi
- Saat pemeriksaan palpasi ibu tidak merasa nyeri
- Keadaan jalan ahir normal berdasarkan persalinan yang lalu
- TTV :
S : 37,5oC
N: 79x/i
P: 21x/i
DJJ : 135x/mnt dan 139x/mnt
- Saat pemeriksaan palpasi teraba 3 bagian besar janin dan DJJ terdengan pada 2 sisi
- Tindakan Segera
- Prenatal yang baik untuk mengenal kehamilan kembar dan mencegah komplikasi yang timbul,
- bila diagnosa telah ditegakkan periksa akan lebih sering (1kali seminggu pada kehamilan 32 minggu ke atas).
- Setelah kehamilan 30 minggu, koitus dan perjalanan jauh dilarang, karena akan merangsang partus premafurus.
- Pertolongan persalinan bidan tidak berwenang melakukannya (rujuk ke fasilitas pelayan yang memadai) terkecuali atas indikasi.
- Rencana Asuhan
- Perawatan prenatal yang baik untuk mengenal kehamilan kembar dan mencegah komplikasi yang timbul, dan bila diagnosis telah ditegakkan pemeriksaan ulangan harus lebih sering (1 x seminggu pada kehamilan lebih dari 32 minggu).
- Setelah kehamilan 30 minggu, koitus dan perjalanan jauh sebaiknya dihindari, karena akan merangsang partus prematurus.
- Pemakaian korset gurita yang tidak terlalu ketat diperbolehkan, supaya terasa lebih ringan.
- Periksa darah lengkap, Hb, dan golongan darah.
- Pemeriksaan Penunjang untuk Menegakkan Diagnosa
- ultrasonografi (USG) dilakukan untuk memastikan.
- Pemeriksaan serum alfa-fetoprotein juga meningkat (> 4 kali normal) pada kehamilan kembar.
- Peningkatan hormon hCG juga dapat menjadi penunjang untuk kehamilan kembar.
- Pemeriksaan roentgen abdomen (perut) dapat juga dilakukan untuk melihat kehamilan kembar.
- Pada akhir triwulan pertama atau awal triwulan kedua, janin dapat diperiksa kemungkinannya menderita kecacatan ataupun penyakit keturunan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar