Jumat, 18 Juli 2014

organ reproduksi

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang anatomi dan fisiologi sistem reproduksi, maka perlulah kiranya disusun sebuah makalah yang berisi materi tentang anatomi dan fisiologi sistem reproduksi, khususnya anatomi dan fisiologi organ reproduksi pria dan wanita.

B. TUJUAN
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui pentingnya informasi kesehatan reproduksi pria dan wanita




BAB II
PEMBAHASAN.
Organ ekterna  bersama-sama dikenal sebagai vulva, dan terdiri atas bagian-bagian berikut:
*    Mons Veneris,  sebuah bantalan  lemak yang terletak didepan simfisis pubis. Daerah ini ditutupi bulu pada masa puberta.
*    Labia mayora (bibir besar) adalah dua lipatan tebal yang membentuk  sisi vulva, dan terdiri atas kulit dan lemak, dan jaringan otot polos pembuluh darah dan serabut saraf. Labia mayora panjangnya kira-kira 7,5cm.
*    Nimfae atau labia minora (bibir kecil) adalah dua lipatan kecil dari kulit diantara bagian atas labia mayora. Labianya mengandung jaringan  erektil.
*    Klitoris (kelentit) adalah sebuah jaringan erektil kecil yang serupa dengan penis laki-laki. Lekaknya anterior dalam vestibula.
*    Vestibula di setiap sisi dibatasi  lipatan labia dan bersambung dengan vagina. Uretra  juga masuk kedalam vestibula didepan vagina, tepat dibelakang klitoris. Kelenjar  vestibulum mayor (Bartholini) terletak tepat dibelakang  labia mayora disetiap sisi. Kelenjar ini mengeluarkan lendir dan salurannya keluar antara hymen dan labia minora.
*    Himen adalah diafragma dari membrane tipis, di tengahnya berlubang supaya kotoran menstruasi  dapat mengalir keluar. Letaknya di mulut vagina dan dengan demikian  memisahkan genetalia eksterna dan interna. Tidak adanya lubang-lubang  pada hymen  merupakan keadaan abnormal yang terjadi dan disebut HIMEN IMPERFORATA. 
*    Perinium adalah pintu keluar velvis berikut jaringan lunak yang menutupinya. Terdiri atas segitiga urogenital yang tersusun atas vulva dan segitiga anal yang bertemu pada baris masing-masing dan anus.


VAGINA ( LIANG SENGGAMA)
            Vagina adalah tabung berotot yang dilapisi membrane dari jenis epitalium bergaris yang khusus, dialiri pembuluh darah dan serabut saraf secara berlimpah. Panjang vagina dari vestibulum sampai uterus. Dinding-dinding nya bersambung secra normal, dan mengelilingi bagian bawah servis uteri dan di sebelah belakang naik lebih tinggi dari yang didepan. Lekukan sempit didepan disebut forniks anterior dan yang di sisi-sisinya disebut forniks latera, sedangkan yang di belakang disebut forniks posterior vagina.
           Permukaan anterior vagian menyentuh basis kandung kencing dan uretra, sedangkan dinding poseriornya menyentuh rectum dan kantong rekto-vaginal         ( runag douglas ). Seperempat sebe;ah bawah vagina menyentuh badan perineum.
          Struktur. Dinding vagina terdiri atas tiga lapis: lapisan dalam adalah selaput lendir (membrane mukosa) yang dilengkapi lipatan-lipatan atau rugae, sehingga mempunyai rupa seakan-akan ditutupi papilia (selaput lendir vagina terdiri atas sel epitel gepeng berlapis); la[isan luar adalah labisan berotot yang erdiri atas serabut longitudinal dan melingkar; dan antara kedua lapisan ini terdapat sebuah lapisan dan jaringan erektil terdiri atas jaringan areola, pembuluh darah, dan beberapa serabut otot tak bergaris.


Organ reproduksi bagian dalam, yang terletak didalam pelvis, dan terdiri atas:
UTERUS (RAHIM)
Uterus adalah organ yang tebal, berotot, berbentuk buah pir, terletak di dalam pelvis, antara rectum dibelakang dan kandung kencing didepan. Ototnya disebut myometrium dan selput lendir yang melapisi sebelah dalamnya disebut endometrium. Peritoneum menutupi sebagian besar (tidak seluruhnya) permukaan luas uterus, letak uterus sedikit anefleksi pada bagian lehernya dan anteversi (meliuk agak memutar kedepan) dengan fundusnya terletak di ats kandung kencing.
         Di bawah bersambung dengan vagina dan disebelah atasnya tuba uterine masuk ke dalamnya. Ligamentum latum uteri dibentuk oleh dua lapisan peritoneum; di setiap sisi uterus terdapat ovarium dan tuba uterine. Persediaan darah di dapatkan dari arteri uterine dan arteri ovaria. Panjang uterus adalah 5-8 cm, dan beratnya 30-60gram.
Uterus terbagi atas 3 bagian berikut;
*    Fundus, bagian cembung diatas muara tuba uterine.
*    Badan Uterus, melebar dari fundus ke serviks, sedangkan antara badan dan serviks terdapat ismus.
*    Rongga serviks, bersambung dengan rongga badan uterus melalui os interna (os=mulut) dan bersambung dengan rongga vagina melalui os eksterna.
      Ligamen-Ligamen pada uterus. Ligamentum teres uteri ada dua buah, di sebelah kiri dan sebelah kanan sebuah, terdiri atas jaringan ikat dan otot, berisi pembuluh darah dan ditutupi peritoneum. Ligament ini berjalan dari sudut atas uterus, ke depan dan ke samping, melalui anulus inguinalis profundus ke kanalis inguinalis . setiap ligament panjangnya 10 sampai peritoneum melipat diantar badan uterus dan kandung kencing di depannya,membentuk kantong utero-vesikuler. Di sebelah belakang, peritoneum membungkus badan dan serviks uteri, melebar kebawah sampai forniks posterior vagina, selnjutnya melipat di depan rectum dam membentuk ruang rekto-vaginal (Douglas).
        Ligemen lebar (ligament latun uteri). Peritoneum yang menutupi uterus, di garis tengah badan (korpus) uterus melebar ke lateral pada setiap sisi uterus sampai dinding serviks, membentuk ligament lebar. Di dalam tepi bebas ligament ini terdapat tuba uterine. Ovarium diikat pada lapisan posterior ligament lebar,  yang sebenarnya mesenterium uterus dan mesenterium tuba uterine, dank arena itu berisi darah dan saluran limfe untuk uterus maupun ovarium.
       Fungsi uterus : Untuk menahan ovum yang telah dibuahi selama perkembangan. Sebutir ovum, sesudah keluar dari ovarium, diantarkan melalui tuba uterine ke uterus. (Pembuahan ovum secara normal terjadi di dalam tuba uteria). Endometrium disiapkan untuk penerimaan ovum yang telah di buahi itu dan ovum itu tertanan di dalamnya. Sewaktu hamil, yang secara normal berlangsung selama 40 minggu, uterus bertambah besar, dindingnya menjadi tipis, tetapi lebih kuat dam membesar sampai keluar pelvis masuk ke dalam rongga abdomen pada masa pertumbuhan fetus. Pada waktu saatnya tiba dan mulas tandamelahirkan mulai uterus berkontraksi secara ritmis dan mendorong bayi dan plasenta keluar kemudian kembalai ke ukuran normalnya melalui proses yang di kenal sebagai involusi.
OVARIUM (INDUNG TELUR)
Kedua ovarium adalah kelenjar berbentuk biji buah kenari,  terletak dikana dan kiri uterus, di bawah tuba uteria, dan terikan di sebelah  belakang oleh ligamentum latun uteri. Ovarium berisi sejumlah besar ovum belum matang, yang disebut oosi primer. Setiap oosit dikelilingi sekolompok sel folikel pemberi makanan. Pada setiap siklus haid sebuah dari ovum primiif ini mulai mematang dan kemudian cepat berkembang menjadi folikel ovari yang vesikuler(folikel Graaf).
          Sewaktu folikel graaf berkembang, perubahan terjadi di dalam sel-sel ini, dan cairan-likour folikuli- memisahkan sel-sel dari membrane granulosa menjadi beberapa lapis. Pada tahap inilah dikelurkan hormone estrogen. Pada masa folikel graaf mendekati pengembangan penuh atau pematangan, letaknya dekat permukaan ovarium, dan menjadi makin mekar karena cairan, sehingga mebenjol, seperti pembengkakan yang menyerupai krista pada permukaan ovarium. Tekanan dari dalam folikel menyebabkannya sobek dan cairan serta ovum lepas melalui rongga peritoneal masuk ke dalam lubang yang berbentuk corong dari tuba uterine. Setiap bulan sebuah folikel berkembang dan ovum dilepaskan dan dikeluarkan pada saat kira-kira petengahan hari ke-14 siklus menstruas.
        Ovulasi. Pemantangan folikel graaf dan pengeluaran ovum disebut ovulasi. Bila folikel graaf sobek maka terjadi sedikit perdarahan, terjadi penggupalan darah di dalam ruang folikel, dan sel-sel yang berwarna kining yang berasal dari dinding folikel tumbuh masuk ke dalam gunpalan itu dan membentuk korpus luteum atau badan kuning. Bila ovum yang keluar itu dibuahi, korpus luteum tumbuh terus sampai beberapa bulan, menjadi sangat besar, dan mulaiatrofik setelah kira-kira 5-6bulan kemudian. Bila ovum tidak dibuahi, korpus luteum bertahan hanya sampai 12-14 hari, sampai tepat sebelum masa menstruasi berikutnya; kemudian  menjadi atrofik dan diganti jaringan perut

Ovarium memiliki 3 fungsi:
1.     Produksi Ovarium
2.     Produksi Pstrogen
3.     Produksi Progesteron
Hormon-hormon gonadotrofik dari kelenjar hipofisis bagian anterior mengendalikan (melalui aliran darah) produksi hormone ovarium. Hormone perangsang folikel (follicle stimulating hormone- FSH) penting untuk awal pertumbuhan folikel graaf, dan hopofisis mengendalikan juga pertumbuhan ini melalui luteinizing (LH) dan sekresi (luteteotrofin) dari korpus luteum.
§  Hormon Esterogen dikeluarkan ovarium dari mulai anak-anak sampai sesusah menopause. Hormon ini dinamakan hormone folikuler karena terus di hasilkan oleh sejumlah besar folikel ovarium dan seperti semua hormone berada di dalam aliran darah. Esterogen penting untuk perkembangan organ kelamin wanita dan sifat-sifat kelamin yang skunder, dan menyebabkan perubahan anak gadis pada masa pubertasnya, dan juga penting untuk tetep adanya sifat fisik dan mental yang menandakan wanita normal.
§  Progesterone disekresikan oleh korpus luteum, dan melanjutkan perkerjaan yang dimulaioleh esterogen terhadap endometrium, yaitu menyebabka endometrium menjadi tebal, lembut, serta seperti beludru, siap untuk penerimaan ovum yang telah dibuahi. Progesterone menghambat menstruasi.
Terjadinya menstruasi diawali degenerasi korpus luteum yang mengakibatkan kadar progesterone darah menerun, tetapi sewaktu hamil menstruasi tidak terjadi. Sebabnya ialah seperti berikut. Sel paling luardari konseptus (korin), pada waktu menembus ke dalam endometrium, mengeluarkan sejenis hormon (gonatrofin korionik) dan hormone ini bekerja atas korpus luteum dan menjamin tetap berlangsungnya sekresi progesterone. Dengan demikian sekresi ovarium diatur, bukan saja oleh kelenjar hipifisis, melainkan juga oleh korion plasenta yang berkembang dari korion pada masa kehamilan berusia 8-12 minggu.

§  Siklus mentruasi terdiri atas perubahan-perubahan didalam ovarium dan uterus. Masa menstruasi berlangsung kira-kira 5hari selama masa ini epitelium permukaan lepas dari dinding uterus dan perdarahan pun terjadi.
Masa sesudah menstruasi adalah tahap perbaikan dan pertumbuhan yang berlangsung 9 hari ketika selaput terlepas untuk diperbarui. Tahap ini dikendalikan estrogen, yang disekresikan ovarium, sedangkan pengeluaran estrogen sendiri dikendalikan FSH (follicle stimulating hormone = hormon perabgsang folikel) dari hipofisis ovulasi terjadi 14 hari pertama, kemudian disusul 14 hari tahap sakretorik, yang dikendalikan progesterone yang dikeluarkan korpus luteum.


        Endometrium ini menjadi tebal dan lembut, siap untuk ditanami ovum yang dibuahi, tetapi bila tidak ada ovum yang dibuahi maka terjadi bendungan didalam kapiler-kapiler dan siap untuk disusul dengan masa menstruasi. Panjang masa siklus menstruasi rata-rata 28 hari 14 hari persiapan  untuk ovulasi dan 14 hari selanjutnya. Endometrium disiapkan untuk kedatangan ovum yang dibuahi, pada kira-kira hari ke 21. Bila hanya ovum yang tak dibuahi yang tiba di dalam uterus maka pada hari ke 28 endometrium runtuh dan menstruasi pun terjadi, dan siklus diulang sekali lagi.
Pembuahan adalah hasil penggabungan sel reproduksi laki-laki, spermatozoon, dengan ovum atau sel telur, yang secara normal terjadi didalam tuba uterine sebagai lanjutan hubungan kelamin. Sejumlah spermatozoa ditumpahkan ke dalam vagina spermatozoa itu bejalan melalui uterus dan masuk ke dalam tuba uterine. Disini di jumpai hambatan karena gerakan lapisan silia pada tuba ditujukan untuk membawa ovum lewat dari ujung yang satunya pada tuba kea rah uterus, tetapi spermatozoa di putar maju oleh gerakan ekornya. (hanya seekor saja diperlukan untukpembuahan). Penggabungan itu menghasilkan pembuahan.
        Ovum yang telah dibuahi melanjutkan perjalanannya keluar tuba ke arah uterus dan perjalanan ini berlangsung 1 minggu. Sambil berjalan ovum tumbuh melalui mitosis menjadi beberapa buah sel baru yang tepat bergabung tanpa mengubah ukuran sel telur itu secara keseluruhan. Setelah tiba didalam uterus, sel-sel lapisan luar konseptus ini menghancurkan sebagian dari endometrium dan ovum itu pun membenahkan diri ke bawah permukaan dan terjadi implantasi. Hal ini secara normal terjadi dibagian atas badan uterus dekat muara tuba uterine. Tetapi konseptus dapat tertanam dekat serviks maka kelak plasentanya akan terletak didepan fundus. Kemudian terbenam didinding  uterus dan perkembangan belangsung terus untuk membentuk manusia yang seluruhnya lengkap baru. Kehamilan berlangsung.



TUBA UTERINA (FALLOPI)
Tuba uterine atau saluran telu, berjalan disebelah kiri dan sebelah kanan sebuah, dari sudut atas uterus ke samping, di tepi atas ligament lebar kearah sisi pelvis. Panjangnya kira-kira 10cm, dan diujung bagian dekat uterus menyempit. Makin jauh Rahim makin membesar dan membentuk ampula, dan akhirnya belok ke bawah untuk berakhir menjadi tepi berfimbria. Salah satu umbai (fimbria) menempel ke ovarium. Tuba uterine ditutupi peritoneum; di bawah peritoneum ini terdapat lapisan berotot yang terdiri atas serabut longitudinal dan melingkar. Lapisan dalam dari tuba ini terdiri ats sel epitelium yang bersilia.
        Lubang ujung tuba uterina menghadap ke peritoneum, maka dengan demikian terbentuk jalan dari vagina, melalui uterus dan tuba masuk rongga peritoneum, sehingga pada wanita peritoneum berupa kantong terbuka, bukan tertutup. Ovarium dan tuba uterine mendapat darah dari arteri ovarika dan pelayanan persarafan diambil dari plekus hipogastrik dan plekus ovarikus.
       Fungsi normal tuba uterina adalah menghantarkan ovum dari ovarium ke uterus. Juga menyediakan tempat untuk pembuahan. Tetapi perjalanan ovum dapat terhalang titik mana pun dan jika ovum tadi dibuahi maka terjadi kehamilan ektopik. Karena tidak dapat bergerak terus ke uterus, ovum itu tertanam dalam tempat yang abnormal, biasanya dalam tuba uterina sendiri. Kehamila ektopik semacam itu biasanya berakhir kira-kira 8-10 minggu kemudian dengan sobekan tuna. Hal ini menghendaki pembedahan segera.

Organ reproduksi laki-laki
Organ reproduksi luar
1.     Penis
Terdiri atas jaringan-jaringan otot, jaringan spons yang lembut, pembuluh darah, dan jaringan saraf. Fungsinya yaitu: untuk kopulasi (hubungan antar alat kelamin jantan dan betina untuk memudahkan semen masuk ke dalam organ reproduksi betina). Penis di selimuti oleh selaput tipis yang nantinya akan dioprasi pada saat khitan/sunat.
Badan penis terdiri atas tiga rongga silindris (sinus) jaringan erektil.
a.     Dua rongga yang berukuran lebih besar disebut korpus kavernosus, terletak bersebelahan.
b.     Rongga yang ketig disebut korpus spongiosum, mengelilingi uretra. Jika rongga tersebut terisi darah, maka penis menjadi lebih besar, kaku, dan tegak ( mengalami ereksi).
2.     Buah zakar
Terdiri atas kantung zakar yang di dalamnya terdapat sepasang testis dan bagian-bagian lainnya. Kulit luarnya disebut skrotum. Skrotum berfungsi melindungi testis, serta mengatus suhu yang sesuai utuk spermatozoa (sel sperma).
Testis berbentuk lonjong dengan ukuran sebesar buah zairtun dan terletak di dalam skrotum. Biasanya testis kiri agak lebih redah dari testis kanan. Testis memiliki 2 funsi yaitu: menghasilkan sperma dan membuat testoteron (hormone seks pria yang utama).
3.     Skrotum (kantung pelir)
Merupakan kantong yang di dalamnya berisi testis. Skrotum berjumlah sepasang, yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. Antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Otot dartos berfunsi untuk mengerakkan skrotum sehingga dapat mengerut dan mengendur.
Dalam skrotum juga terdapat serat-serat oto yang berasal dari penerusan oto lurik dinding perut yang disebut otot kremaster. Otot ii bertindak sebagai pengatur suhu lingkungan testis agar kondisinya stabil. Proses pembentukan sperma (spermatogenesis) membentuk suhu yang stabil, yaitu beberapa drajat lebih rendah dari pada suhu tubuh.
Skrotum merupakan kantung berkulit tipis yang mengelilingi dan melindungi testis. Skrotum juga bertindak sebagai system pengontrol suhu untuk testis agar sperma terbentuk secara normal, testis harus memiliki suhu yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan suhu tubuh. Otot kremaster pada dinding skrotum akan mengendur atau mengencang sehingga testis menggantung lebih jauh dari tubuh 9dan suhunya menjadi dingin atau lebih dekat ke tubuh(dan suhunya menjadi lebih hangat.

Organ reproduksi dalam.
Organ reproduksi dalam yaitu orga yang tidak tampak dari luar.
1.     Testis
Testis sebenarnya adalah kelenjar-kelenjar kelamin, berjumlah sepasang dan akan menghasilkan sel-sel sperma, serta hormone testoteron. Skrotum dapat menjaga suhu testis. Jika suhu terlau panas, skrotum mengembang, jika suhu dingin skrotum mengerut sehingga testis lebih hangat.
Testis (Gonad jantan) berbentuk oval dan terletak didalam kantung pelir (slrotum). Testis berjumlah sepasang  (testes= jamak). Testis terdapat di suatu sekat yang terdiri atas serat jaringan ikat dan oto polos. Fungsi testis secara umum merupakan alat untuk memproduksi sperma dan hormone kelamin jantan yang disebut testoteron.
2.     Tubulus seminiferous.
Pada bagian dalam testis terdapat sluran-saluran halus yang disebut saluran penghasil sperma (tubulus seminiferus). Dinding dalam saluran terdiri atas jaringan epitel dan jaringan ikat. Pada jaringan epitelium terdapat:



Sel di dinding tubulus seminiferus
Fungsi
Sel induk sperma
Calon sperma
Sel sertoli
Memberi makan sperma
Sel leyding
Menghasilkan hormone testoteron
    


Saluran reproduksi ( saluran pengeluaran)
Saluran reproduksi adalah tempat keluar atau jalan berupa lubang kecil  yang menghubungkan organ dalam. Saluran pengeluaran pada organ reproduksi dalam pria terdiri atas epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi, dan uretra.


1.     Epididymis
Berupa saluranpanjang berkelok yang keluar dari testis. Epididimis berjumlah sepasang disebelah kanan dan kiri. Epididimis berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara sperma sampai matang dan bergerak menuju vas deferens. Epididimis terletak di atas testis dan merupakan saluran sepanjang 6meter. Epididimis mengumpulkan sperma dari testis dan menyediakan ruang, serta lingkungan untuk proses pematangan sperma.

1.     Vas deferens
Berupa saluran panjang dan lurus mengankut sperma le vasika seminalis. Vas deferens atau saluran sperma (duktus deferens) merupakan saluran lurus yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan dari epididimis. Vas deferens tidak menempel pada testis dan ujung salurannya terdapat didalam kelenjar prostat. Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menuju kantung semen atau kantung mani (vasekula semenalis).
      Vas deferens merupakan sauran yang membawa sperma dari epididymis. Saluran ini berjalan ke bagian belakang prostat lalu masuk ke dalam uretra dan membentuk duktus ejakulatorius. Struktur lainnya (misalnya pembuluh darah dan saraf) berjalan bersama-sama vas deferens dan membentuk korda spermatika.
2.     Saluran ejakulasi.
Merupakan saluran yang pendek dan menghubungkan vasikula seminalis dengan uretra. Sluran ini berfungsi unutk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra. Ejakulasi terjadi pada saat memcapai klimaks, yaitu ketika gesekan pada glans penis dan rangsangan lainnya mengirimkan sinyal ke otak dan korda spinalis.
    Saraf merangsang kontraksi otot di sepanjang saluran epididimis dan vas deferens, vesikula seminalis dan prostat. Kontraksi ini mendorong semen ke dalam uretra. Selanjutnya kontraksi otot di sekeliling uretra akan mendorong semen keluar dari penis. Leher kandung kemih juga berkontraksi agar semen tidak mengalir kembali kedalam kandung kemih. Setelah terjadi ejakulasi ( atau setelah rangsangan berhenti), arteri mengencang dan vena mengendur. Akibatnya aliran darah yang masuk ke arteri berkurang dan aliran darah yang keluar dari vena bertambah, sehingga penis menjadi lunak.
3.     Uretra.
Merupakan saluran panjang terusan dari saluran ejakulasi dan terdapat di penis.



Kelenjar kelamin pria
Vesikula seminalis
Vesikula seminalis berjumlah sepasang, terletak dibawah dan diatas kandung kemih. Kelenjar ini merupakan tempat untuk menampung sperma sehingga disebut kantung sperma, menghasilkan getah berwarna kekuningan yang kaya nutrisi bagi sperma dan bersifat alkali. Getah yang dihasilkan berfungsi untuk menetralkan suasana asam dalam saluran reproduksi wanita.
Kelnjar prospat.
Kelenjar protpat. Melingkari bagian atas uretra dan terletak di bagian bawah kamdung kemih. Kelenjar prostat menghasilkan getah yang mengandung kolestrol, garam, dan fosfolipid yang berperan untuk kelangsungan hidup sperma.
Kelenjar cowper (kelenjar bulbouretra)
Merupakan kelenjar yang salurannya langsung menuju uretra. Kelenjar cowper menghasilkan getah yang bersifat alkali (basa).
       










BAB III

A.   KESIMPULAN   
 Sistem reproduksi pria dan wanita berbeda. Pada reproduksi pria memiliki penis dan kelenjar testis untuk menghasilkan sperma, kematangan sel sperma di tandai dengan mimpi basah pada usia pubertas Pada system reproduksi wanita memiliki vagina dan ovarium untuk menghasilkan ovum. Kematangan sel telur atu ovum ditandai menarche pada usia antara 13-16 tahun. Apabila terjadi pertemuan antara sel sperma dan sel ovum akan terjadi kehamilan yang akan berkembang menjadi janin.




DAFTAR PUSTAKA.
          Pearce, c. Evelyn.2010-2013.Anatomi dan fisiologi untuk paramedic. Jakarta: PT.Gramedia pusaka Indonesia.
          Wulanda, febri, ayu. 2011. Biologi reproduksi. Palembang: Salemba medika


Tidak ada komentar:

Posting Komentar